Adakah yang pernah melihat harimau memangsa anaknya sendiri ? Berani Jamin, tidak satupun diantara kamu yang pernah melihatnya. Kalopun ada yang pernah melihatnya, pastilah kesalahan itu ada pada matanya.
Sebab, sebuas-buasnya Harimau, Ia tidak akan memangsa anaknya sendiri.( Tanya aja ama Harimau kalo gak percaya…:D ) Apa artinya ? Kalo binatang buas itu aja bisa sedemikian sayang dan melindungi anaknya sendiri, Mengapa kita tidak demikian atau mendekati ?
Anak, siapapun tau, adalah buah hati. Nggak hanya itu, anak juga belahan jiwa dan matahari bagi orang tuanya . So,sudah seharusnya ia dijaga dan dilindungi. Sebab itulah kewajiban para ortu. Lantas, adahkah tugas itu kita lakukan, tidak hanya sebagai anak dan orang tua, tapi sebagai pemimpin terhadap rakyatnya, sebagai pelaksana negeri ini terhadap bangsanya ?
Sudahkah anak-anak negeri ini mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang layak dari orang tuanya, dari pemimpinya ? Tidak atau mungkin belum. Sebab yang terjadi adalah penistaan terhadap anak kandung sendiri. Mau bukti ? Silahkan liat betapa nasib TKI dari waktu ke waktu selalu saja begitu. Berita yang terdengar tentang mereka adalah penderitaan,penderitaan dan penderitaan. Padahal, bukankah status mereka sama seperti kita , anak-anak bangsa yang punya hak dilindungi, dijaga dan diayomi oleh inangnya sendiri ? tapi mengapa nasib mereka selalu saja jadimimpi buruk yang tak pernah berakhir.
Kalo diibaratkan, TKI itu mirip buah kelapa,yang diambil adalah santanya, setelah santan itu diperas, ampas sisa perasan itu langsung dibuang. Dengan kata lain, Ia hanya dijadikan pabrik penghasil devisa, selebihnya tidak lagi. Ia hanya jadi sapi perahan yang terus dipecut untuk lebih produktif lagi. Tapi pada saat yang sama,hak-haknya tidak diperhatikan,nasibnya tidak dipedulikan,bahkan keselamatanya pun tidak mendapatkan jaminan dari pemerintah.habis manis sepah dibuang, begitulah nasib sepuntung rokok, begitulah nasib seorang TKI.
Dan ketika terbetik kabar seorang TKI nun jauh di negeri seberang dianiaya oleh majikanya sendiri, ketikaseorang TKI diperkosa oleh tuanya, ketika mereka tidak mendapatkan gaji tiap bulan, ketika seorang TKI mati dihukum gantung di negeri orang, kita bukan cuma tersayat, tapi sekaligus menggugat, dimana peran Negara atas mereka ? dimana tanggung jawab pemerintah akan hal ini ? mengapa reaksi pemerintah begitu dingin,mereka tetap tak acuh, tak ada pembelaan, tak ada pembelaan, padahal peristiwa itu seringkali terjadi, dari hari ke hari.
Kalo mau jujur, TKI adalah sebuah kesalahan. Keberadaan TKI adalah potret muram kegagalan sebuah pemerintahan. Mengapa ? Sebab pemerintah tidak cukup mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya sendiri. Karena itu pemerintah mengambil langkah mudah, “ Ekspor mereka sebagai buruh, mereka dapat pekerjaan,kita dapat devisa, masalah citra bangsa itu soal lain…”
Padahal, dengan terus menerus mengirim TKI, itu artinya pemerintah nggak punya kesanggupan untuk menafkahi anak-anaknya sendiri. Dan kesalahan itu makin menjadiketikanasib si anak yang ‘dirantaukan’itu, ternyata nasibnya jauh lebih buruk daripada di negerinya sendiri. Bahkan jaminan keselamatan pun takpernah disematkan di dada mereka, dan ironisnya, ada selentingan berbunyi “ Mereka menjadi TKI atas dasar keinginan mereka sendiri. Sehingga jika mereka lantas mendapatkan perlakuan yang tidak layak, bukankah itu seharusnya sudah menjadi resiko mereka sendiri ? “
Siapapun yang berkata seperti itu, barangkali tidak pernah menengok kedalam ,tidak pernah memahami apa yang terjadi dengan negeri ini. Ketika didalam rumah sendiri tidak bisa lagi menjalani hari-hari dengan nyaman, tak ada lagi sumber nafkah yang bisa menopang hidup, sementara pada saat yang sama, ketika kita menoleh ke tetangga sebelah, ternyata disana lebih menjanjikan, salahkah kalau harus mendatanginya sekedar untuk mengisi perut ?
[]
Catatan di Toilet.

12 Februari 2009 pukul 5:52 am |
btw,
kadang binatang tega lho makan anaknya sendiri, termasuk harimau
kalau mereka lagi stress atau eror
ha ha ha
28 Februari 2009 pukul 5:29 pm |
itu karena susahnya mencari
pekerjaan di negeri sendiri
bersakit di negeri orang
demi menghidupi keluarga di kampung
memprihatinkan……